ayo jual rumah

Kadin PU: Jalan Beton Lebih Tahan Lama Ketimbang Aspal!

13 Feb 2014


JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta mengganti struktur jalan dari sebelumnya hanya aspal menjadi pondasi beton mulai tahun ini mencuatkan optimisme bahwa infrastruktur di Ibu Kota tidak akan cepat rusak. Lantas, apa perbedaan signifikan dari dua struktur jalan tersebut?

Kepala Dinas PU, Manggas Rudy Siahaan, menyatakan bahwa pondasi jalan beton lebih menguntungkan ketimbang pondasi aspal hotmix. Pondasi ini lebih cepat pengerjaannya, lebih murah biayanya, serta lebih tahan lama permukaan jalannya.

"Bila jalan yang dilapisi aspal hotmix  butuh waktu pengerjaan satu hari satu malam, maka jalan  beton hanya butuh 8 jam saja hingga mengering, maksimal 12 jam jika hujan," ujar Rudy kepada Kompas.com, Rabu (12/2/2014) lalu.

Keduanya juga tidak jauh berbeda dilihat dari segi biaya pengerjaannya. Biaya perkerasan aspal hotmix seluas 1 meter persegi yang terdiri atas lapisan CBR, pasir batu 30 cm, makandam 20 cm dan aspal hotmix 5 cm, senilai Rp 400.000. Sementara beton dengan tebal 30 cm ditambah lantai kerja hanya Rp 50.000 lebih mahal, yakni Rp 450.000.

Biaya pemeliharaannya pun jauh lebih hemat. Jalan beton sama sekali tidak membutuhkan biaya perawatan. Berbeda dengan aspal hotmix, saban hujan melanda akan mudah rusak sehingga membutuh dana sebesar Rp 100.000 per meter persegi.

Dengan asumsi dana perawatan per meter persegi sebanyak itu, maka perbaikan jalan DKI Jakarta yang biasanya dilakukan setiap enam bulan sekali akan menelan biaya sekitar Rp 13,5 miliar. Sekadar gambaran, angka kerusakan jalan sampai 6 Februari kemarin tercatat sebanyak 6.201 titik dan 561 ruas jalan.

Berdasarkan data itu, luas kerusakan jalan mencapai 135.746 meter persegi. Adapun perbaikan jalan sejak Januari sebanyak 4.436 titik dengan luas 93.486 meter persegi. Saat ini masih tersisa 1.768 titik kerusakan dengan luas 42.260 meter persegi.

"Coba, bisa hemat berapa kita kalau semua jalan dibeton. Sudah jalannya mulus, tidak mudah rusak, hemat pula," lanjut Rudy.

Beberapa waktu lalu, Rudy mengumpulkan seluruh kepala suku dinas dan kepala bidang jalan. Dia mengarahkan agar perbaikan jalan rusak langsung menggunakan sistem beton, bukan aspal.

"Kita dorong menggunakan beton jalan yang kualitasnya diakui internasional. Jalan inspeksi, dan jalan kampung pun dibeton," ujarnya.

Begitu APBD 2014 selesai dievaluasi oleh Kementerian Dalam Negeri, proyek pembetonan jalan itu akan langsung dilaksanakan. Untuk jalan provinsi dikerjakan Dinas PU. Sedangkan pembetonan jalan-jalan kampung bakal diserahkan ke Suku Dinas PU wilayah.

Pada Februari 2014 ini, lanjut Rudy, beberapa jalan besar akan mulai dibeton. Misalnya, Jalan Abdulah Syafei dan Jalan Prof. Dr. Satrio depan Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, beberapa ruas Gunung Sahari, Jakarta Pusat dan Stasiun Beos, Jakarta Barat.
Sumber : properti.kompas.com


   







    
Copyright © 2014 ayojualrumah.com   All rights reserved