ayo jual rumah

Rumah Seharga di Bawah Rp 700 Juta Paling Diincar Konsumen

18 Feb 2014


JAKARTA, KOMPAS.com - Pendapat para pengamat properti yang menganggap setiap tahun adalah saat yang tepat membeli properti, ternyata terkonfirmasi oleh hasil transaksi langsung selama pameran "Indonesia Properti Expo 2014" yang berakhir pada Minggu (16/2/2014). 

Transaksi langsung yang tercatat selama sembilan hari masa pameran tersebut senilai Rp 160 miliar dari 239 unit hunian. Selain transaksi langsung, pameran tersebut juga berhasil mengumpulkan booking fee sebesar Rp 90 miliar untuk sekitar 300 unit properti. Masih ada pula prospek penjualan selepas pameran yang diperhitungkan mencapai Rp 3 triliun untuk 4.500 unit properti.

Menariknya, properti yang paling diincar konsumen adalah rumah dan apartemen seharga di bawah Rp 500 juta. Sementara harga hunian di atas itu menempati posisi kedua.

Menurut pengamat properti Nasional yang juga Direktur Eksekutif Pusat Studi Properti Indonesia, Panangian Simanungkalit, harga hunian serentang Rp 300 juta sampai Rp 600 juta adalah yang paling diminati pasar properti Indonesia.

"Mayoritas pasar properti kita diisi oleh kelas menengah ke bawah, jumlah mereka jauh lebih banyak ketimbang kalangan menengah atas atau kelas atas. Oleh sebab itu, ceruk pasar ini paling gemuk. Jadi, beruntunglah pengembang yang menawarkan properti dengan kisaran harga pada angka itu," ujar Panangian kepada Kompas.com, pekan lalu.

Sementara hunian seharga Rp 700 juta hingga Rp 1,5 miliar, lanjut Panangian, selain cocok untuk dijadikan tempat tinggal juga sebagai instrumen investasi.

"Hunian dengan kisaran harga seperti itu menjadi "santapan" empuk bagi kalangan menengah atas dan bahkan high net worth individual (HNWI). Mereka berinvestasi untuk kemudian disewakan kembali. Siapa yang menyewa? Orang Indonesia yang bekerja di perusahaan nasional dan asing dengan posisi senior manager atau para ekspatriat," imbuh Panangian.

Sayangnya, kata Panangian, pasokan hunian bagi kalangan menengah bawah, dan juga menengah atas, tahun ini justru terbatas. Sementara minat pembeli justru terus menguat. Kondisi yang belum mencapai ekuilibrium inilah yang menjadi penyebab melonjaknya harga properti.

Meski tahun ini terjadi perlambatan, namun pertumbuhan harga masih akan terjadi. Panangian memprediksi, pertumbuhan harga moderat berkisar 10 persen sampai 15 persen.
Sumber : properti.kompas.com


   







    
Copyright © 2014 ayojualrumah.com   All rights reserved