ayo jual rumah

Tim Penilai Arsitektur Kota, "Monster" yang Bikin Keder Pengembang!

25 Mar 2014


JAKARTA, KOMPAS.com - Posisi dan peran Tim Penilai Arsitektur Kota (TPAK) sangat vital dan strategis untuk membuat wajah Jakarta lebih manusiawi, modern, layak huni, dan juga metropolis.

Namun, keberadaan tim independen terdiri dari unsur akademisi, arsitek, birokrat dan profesional sebanyak 40 anggota itu masih dianggap momok atau "monster" yang sanggup membuat "keder" para pengembang. Pasalnya, evaluasi dan nasihat-nasihat dari TPAK dijadikan sebagai bahan pertimbangan Gubernur DKI Jakarta dalam memutuskan sebuah proyek pantas mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau tidak.

Tak mengherankan, lantaran itulah banyak pengembang besar harus menunda peluncuran proyeknya sebelum lolos sidang TPAK. Proyek Signature Tower Jakarta milik Artha Graha Network ini, misalnya. Proyek yang digadang-gadang tertinggi di Indonesia ini baru akan memasuki sidang I TPAK, Rabu (26/3/2014). Padahal, seharusnya, tahun lalu sudah dimulai konstruksi dan pemasarannya.

Sebelumnya, PT Grahamas Adisentosa, sang pengembang, telah mempresentasikan proyek ini di hadapan anggota TPAK. Namun, karena ada beberapa kriteria belum terpenuhi, desain Signature Tower pun dikembalikan kepada pengembang untuk diperbaiki.

Anggota TPAK dari Institut Teknologi Bandung, Baskoro Tedjo, mengatakan, rekomendasi TPAK akan sangat memengaruhi wajah Jakarta di masa depan. Jika sebuah proyek tak pantas atau bahkan lebih jauh lagi tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan, maka TPAK merekomendasikan kepada Gubernur DKI Jakarta untuk tidak mengeluarkan IMB.

"Karena itu, calon-calon proyek properti milik pengembang, terlebih proyek skala besar, harus bolak balik melalui sidang TPAK. Biasanya empat kali sidang baru lolos. Ini karena proyek besar punya kompleksitas lebih tinggi daripada proyek kecil," ungkap Baskoro kepada Kompas.com, usai peluncuran produk baru YKK AP Nexsta di Jakarta, Selasa (25/3/2014).

Sebetulnya, lanjut Baskoro, kriteria yang akan dievaluasi oleh TPAK hanya tiga, yakni safety (keamanan), security (perlindungan) dan comfortable (kenyamanan). Tiga kriteria itu harus dipenuhi pengembang guna mewujudkan Jakarta tetap terjaga, bila perlu meningkatkan, kualitas dan lingkungan fisiknya.

"Tiap pekan, yakni Rabu, kami harus me-review 10 sampai 15 proyek. Ada yang sekali lolos, ada yang harus berkali-kali, dan kami memberikan nasihat perbaikan. Desain arsitektur yang sekali lolos biasanya proyek kecil dengan tingkat kerumitan rendah," papar Baskoro.
Sumber : properti.kompas.com


   







    
Copyright © 2014 ayojualrumah.com   All rights reserved