ayo jual rumah

Bekasi yang Makin Seksi....

28 Mar 2014


BEKASI, KOMPAS.com - Kota Bekasi, khususnya Bekasi Barat, secara perlahan dan pasti, bertransformasi menjadi destinasi investasi properti. Hal ini dibuktikan dengan pesatnya pembangunan segala jenis properti, mulai perumahan, pusat belanja, apartemen, dan terbaru perkantoran.

Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk., Nanda Widya, mengatakan bahwa Bekasi punya potensi besar. Dia menilai, populasinya besar dan juga daya belinya juga tinggi. Apalagi, kalangan ekspatriat yang bekerja di kawasan industri Bekasi, kini bertambah jumlahnya lantaran banyak perusahaan memperluas ekspansi industrinya.

"Pasar Bekasi sangat seksi. Kebutuhan hunian dan ruang perkantoran semakin menguat seiring pertumbuhan bisnis," ujar Nanda kepada Kompas.com, Jumat (28/3/2014).

Selain itu, pergeseran pola konsumsi properti juga sudah terjadi di kawasan ini. Jika dua atau tiga tahun lalu harga properti (perumahan) terendah masih berkisar antara Rp 400 juta hingga Rp 700 juta, kini sudah menembus level Rp 1 miliar per unit.

Nanda mengaku, hal tersebut sangat dimungkinkan, mengingat harga lahan di Bekasi Barat, terutama di lokasi premium, sudah menyentuh angka dua digit, yaitu sekitar Rp 15 juta hingga Rp 20 juta per meter persegi. Sementara itu, harga lahan di dalam kawasan perumahan berkonsep real estate sekitar Rp 7 juta-Rp 10 juta per meter persegi.

"Terakhir kami menjual lahan dan properti di Summarecon Bekasi dengan patokan harga Rp 8,5 juta per meter persegi," timpal Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Johannes Mardjuki.

Itulah alasan kuat yang mendasari para pengembang kemudian beralih membangun hunian vertikal. Jenis properti ini pun dibanderol dengan harga tak kalah fantastis. Setelah era rusunami Mutiara Bekasi dengan patokan harga mengikuti aturan pemerintah, yakni sekitar Rp 200 juta per unit, apartemen baru dirilis dua tahun terakhir ini dipasarkan sekitar Rp 15 juta per meter persegi.

Tak hanya itu. Hadirnya M Gold Tower, yang dikembangkan PT Metropolitan Land Tbk, kini harga jualnya mencapai Rp 17,5 juta per meter persegi. Ini artinya, menurut Mardjuki, untuk mendapatkan satu unit seluas 33 m2 (tipe studio), pembeli harus merogoh kantong Rp 577, 5 juta.

Secara terpisah, Direktur Metland Anhar Sudradjat, mengatakan meskipun harganya terbilang tinggi untuk ukuran Bekasi, unit-unit apartemen M Gold Tower sudah ludes terbeli.

"Sebanyak 140 unit terjual, sementara 30 unit sisanya akan kami kelola menjadi serviced residence yang diperuntukan bagi pasar ekspatriat," ucap Anhar.

Ke depan, tambah Nanda, pihaknya akan bekerjasama dengan Marimo Co. Ltd., untuk membangun apartemen lagi di Bekasi.
Sumber : properti.kompas.com


   







    
Copyright © 2014 ayojualrumah.com   All rights reserved