ayo jual rumah

Ratusan Investor China Rambah Sektor Properti Dubai

3 Apr 2014


Para investor negeri tirai bambu merambah sektor properti di Dubai, Timur Tengah. Sekitar 15 mil dari Burj Khalifa di pinggiran gurun Arab, kita bisa temukan permukiman yang makin meluas dan komunitas ritel yang tampak seperti sebuah kota di China. Di sini ditemukan berbagai restoran dan toko yang memiliki papan bertuliskan alfabet China dan pahatan naga. Inilah yang dinamakan Dragon Mart.Setelah menanamkan dana miliaran dollar ke berbagai proyek di kota-kota besar dunia seperti London, New York dan Sydney, para penanam modal dan pengembang properti di China berekspansi ke Dubai.Sekitar seribu investor China menghabiskan 1,3 miliar dirham UAE ($353 juta) untuk belanja lahan, unit permukiman dan real estate perkantoran di Dubai tahun lalu, menurut data yang dikumpulkan oleh Departemen Pertanahan Dubai. Jumlah itu hampir 3 kali lipat lebih tinggi dari jumlah 486 juta dirham yang dibelanjakan untuk 288 investor China di tahun sebelumnya.Secara umum, transaksi-transaksi properti oleh sejumlah individu di negeri itu mengalami kenaikan 53% tahun lalu hingga mencapai 236 miliar dirham, dengan para investor asing yang membeli 114 miliar dirham lahan dan properti."Dubai menjadi makkn dikenal oleh kalangan pebisnis China,"ujar Wang Liao, pemilik Atomic Properties yang baru berusia 30 tahun, sebuah perantara properti yang mendominasi pelayanan pada segmen pembeli China dan terletak di sekitar Dragon Mart.Investor-investor China dan pengembang tidak begitu aktif sebelum tahun 2009, saat Dubai diterpa krisis real estate. Namun, kini mereka memainkan peran yang makin besar di pasar, menurut perantara, pengembang dan analis.Permintaan dari pembeli individu membantu peluncuran proyek pengembangan baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi Dubai meskipun para kontraktor China dan bank-bank dari sana merevitalisasi proyek-proyek berprofil tinggi yang menghambat pertumbuhan sebelumnya.Pasar properti di Dubai ini tampak berbeda di tahun 2009, saat Dubai World, salah satu perusahaan induk milik pemerintah di Dubai, mengatakan pihaknya akan menghentikan pelunasan utang, mengejutkan pasar keuangan dunia dan memicu harga perumahan hingga lebih dari 50%. Burj Khalifa dibuka beberapa pekan setelahnya. (ap)
Sumber : www.ciputraentrepreneurship.com


   







    
Copyright © 2014 ayojualrumah.com   All rights reserved