ayo jual rumah

Pemilu Lancar, Pengembang Rilis Proyek Besar

10 Apr 2014


JAKARTA, KOMPAS.com - Pemilihan Umum Legislatif pada Rabu, 9 April lalu, yang berjalan lancar, tertib, dan aman dipandang para pengembang sebagai titik tolak terciptanya iklim bisnis kondusif dan positif. Kendati tidak berhubungan langsung secara spesifik terhadap bisnis dan industri properti, namun dipercaya akan berdampak baik buat pelaku bisnis dan juga masyarakat.

Ekspansi usaha pun akan terus dilakukan dan tidak tergantung pada prosesi politik. Persiapan dan peluncuran produk properti baru tetap menjadi agenda utama masing-masing pengembang. Kehidupan berdemokrasi di Indonesia sudah demikian matang dan fundamental ekonomi pun dianggap kuat. Jadi, tidak ada keharusan untuk menunda atau menunggu proses politik usai dalam mengembangkan bisnis.

"Sebenarnya, yang lebih penting itu prosesnya. Pemilu Legislatif kemarin berjalan demokratis, lancar dan tertib, serta terlihat adanya kedewasaan dalam berdemokrasi. Dengan proses yang baik ini, kami percaya akan mencapai hasil akhir yang baik pula buat kita semua," ujar Direktur PT Ciputra Property Tbk., Artadinata Djangkar, terkait pengaruh hasil Pemilu Legislatif terhadap sektor properti, kepada Kompas.com, Kamis (10/4/2014).

Demikian halnya dengan Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk., Johannes Mardjuki. Menurutnya hasil Pemilu sangat positif, sehingga tidak menghalangi pengembang untuk melansir produk baru.

"Sangat positif dan memberikan kepercayaan diri bagi kami untuk menambah proyek baru tahun ini," ungkap Johannes.

Sementara CEO Riscon Realty, Ari Tri Priyono, mengatakan, pasar bereaksi positif dan itu akan sangat baik bagi kelangsungan bisnis properti. "Tidak akan ada perubahan, dalam arti pasar properti anjlok atau gonjang-ganjing. Pemilu berjalan lancar, bisnis kami juga smooth. Lagipula,fundamental ekonomi kita kuat. Kalaupun indeks harga saham gabungan melemah, itu hanya reaksi sementara," kata Ari.

PT Ciputra Property Tbk saat ini tengah mematangkan proyek terbaru mereka di kawasan Puri Indah, Jakarta Barat. Properti multifungsi di atas lahan seluas 7,2 hektar tersebut akan meliputi perkantoran, apartemen, dan hotel dalam 10 menara tinggi.

"Saat ini masih dalam proses," ujar Artadinata

Sedangkan PT Summarecon Agung Tbk pada 26 April mendatang akan merilis 2 menara apartemen Springlake di Summarecon Bekasi.

Sementara Riscon Realty mengambil alih proyek dari PT Nusa Kirana dan mengubahnya menjadi Barroka Hill Bambu Apus. Selain itu, mereka juga akan mengembangkan Barroka Pondok Labu. Kedua proyek ini dibanderol sekitar Rp 2 miliar hingga Rp 2,8 miliar per unit.

Proyek lainnya adalah Rosemary Residence di Tajurhalang, Bogor, dengan rentang harga Rp 300 jutaan per unit, Green Kedaton Cirebin (Rp 350 juta/unit), Ndalem Kalegan malang (Rp 350 juta/unit), Ndalem Kalegan Yogyakarta (Rp 300 juta/unit), Ndalem Kalitan Yogyakarta (Rp 800 juta/unit), Casa Palma Residence Palembang (Rp 350 juta-Rp 500 juta/unit).




Sumber : properti.kompas.com


   







    
Copyright © 2014 ayojualrumah.com   All rights reserved