ayo jual rumah

Inilah Sosok Menteri Perumahan Rakyat Harapan Pengembang!

11 Apr 2014


JAKARTA, KOMPAS.com — Perhelatan pemilu legislatif pada 9 April lalu menghasilkan lima besar. PDI-P sebagai pemenang sementara meraih suara 19,23 persen; disusul Partai Golkar 15,02 persen; Partai Gerindra 11,76 persen; Partai Demokrat 9,43 persen; dan PKB dengan perolehan 9,13 persen suara.

Peta perolehan suara yang tidak memunculkan kemenangan dominan tersebut dianggap para pengamat akan memunculkan kabinet koalisi. Meski begitu, koalisi yang dibangun pun harus di antara partai-partai yang memiliki kesamaan platform. Hal ini akan memudahkan roda pemerintahan yang dibangun untuk sejalan dengan dukungan dari parlemen, ketika nantinya memenangkan pertarungan.

Siapa pun presiden terpilih nanti, pemilihan anggota kabinet harus dilakukan dengan memerhatikan kompetensi, keahlian, dan penguasaan permasalahan, serta solusi yang dapat membawa kementerian berkinerja positif. Termasuk di antaranya, Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera).

Direktur PT Ciputra Property, Tbk, Artadinata Djangkar mengharapkan sosok menteri perumahan rakyat yang dapat menciptakan kondisi seimbang, baik untuk mendorong kebutuhan masyarakat luas dalam hal pemenuhan rumah rakyat, maupun bersikap pro-bisnis.

"Bagaimanapun juga, sektor properti merupakan industri yang memberi kehidupan dan dampak ekonomis tinggi kepada masyarakat Indonesia," ujar Artadinata kepada Kompas.com, Kamis (10/4/2014).

Senada dengan Artadinata, Tri Priyono, CEO Riscon Realty Ari, mengatakan, Menpera mendatang sebaiknya dari kalangan profesional yang paham seluk-beluk properti dan masalah perumahan.

"Kalau bisa mereka yang duduk dalam kepengurusan Realestat Indonesia (REI), yang punya bisnis perumahan, masuk dalam kabinet. Bukan orang seperti Djan Faridz yang bikin kami stres," kata Ari.

Dia melanjutkan, orang dari kalangan profesional lebih mengerti dan enak diajak berdiskusi karena memahami realita. Selain itu, sosok menpera nanti juga harus berani, cakap, dan punya program perumahan mumpuni.

"Terus terang, menpera sekarang gagal total dalam melayani masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)," pungkas Ari.
Sumber : properti.kompas.com


   







    
Copyright © 2014 ayojualrumah.com   All rights reserved