ayo jual rumah

Lama Absen, Salim Group Kembali dengan Sejumlah Proyek Properti

15 Apr 2014


JAKARTA, KOMPAS.com - Salim Group kembali menjadi buah bibir saat melansir proyek menara kembar apartemen mewah Casa Domaine, di koridor Mas Mansyur, Jakarta Pusat. Melalui tentakel usahanya, imperium bisnis ini mulai menancapkan lagi tajinya di pentas bisnis properti Indonesia.

Usai krisis multidimensi, Salim Group memang absen cukup lama. Bahkan beberapa asetnya terpaksa dilepas ke pihak lain, sebut saja properti residensial dan komersial di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Termasuk kepemilikan sahamnya di PT Metropolitan Kentjana Tbk, pengembang yang membangun kawasan elite tersebut.

Wakil Presiden Direktur PT Metropolitan Kentjana Tbk., Jeffri Sandra Tanudjaja, memberikan konfirmasi, saat ini memang tidak ada lagi saham Salim Group yang tersisa. "Sebelum 1998, Salim Group memang punya saham di PT Metropolitan Kentjana Tbk," jelas Jeffri kepada Kompas.com, Selasa (15/4/2014).

Namun demikian, itu tak cukup menghalangi kelompok usaha tersebut guna kembali merambah sektor properti. Bahkan kurang dari lima tahun lalu mereka mengakuisisi Supermall Karawaci dari Lippo Group, dan mengembangkannya menjadi pusat belanja terbesar di wilayah Banten dengan luas 140.000 meter persegi.

Selain melakukan perluasan Supermall Karawaci, mereka juga membangun U Residence. Apartemen ini dibangun di atas lahan seluas 6.000 meter persegi dan berlokasi tepat di pusat CBD Lippo Village. Terdapat 1000 unit dengan pilihan 3 kamar tidur (studio, 1 kamar tidur, 2 kamar tidur).

Tak puas dengan membangun proyek di Jadebotabek, Salim Group juga berekspansi ke luar daerah, yakni Balikpapan, Kalimantan Timur.

Di kota minyak tersebut, mereka mengembangkan properti multifungsi yang mencakup pusat belanja seluas 40.000 meter persegi, empat menara apartemen masing-masing setinggi 35 lantai, dua menara perkantoran (24 lantai), dan hotel dengan klasifikasi bintang 4 yang bakal dikelola oleh jaringan Hilton Hotels and Resorts dengan brand Garden Inn.

Menurut Managing Director PT Supermall Karawaci, Heru Nasution, properti di Balikpapan akan dibuka secara bertahap.

"Untuk pusat belanjanya, yakni Supermall Balikpapan beroperasi pada kuartal III 2015. Kami konsentrasi dalam pengembangan mall ini dulu. Baru kemudian apartemen, perkantoran, dan hotel," urai Heru.

Setelah Balikpapan, kota lain yang tengah mereka bidik adalah Pekanbaru, Riau. Kota ini, menurut Heru, sama-sama punya potensi sangat besar. Jumlah populasi dengan daya beli tinggi adalah magnit kuat yang membuat pihaknya tertarik membangun pusat belanja di kedua kota tersebut.

"Kami harus hati-hati. Tidak sembarang membangun. Pasalnya, baik Balikpapan, maupun Pekanbaru sudah dipenuhi sejumlah pusat belanja. Karenanya kami harus pintar-pintar merancang konsep pusat belanja agar tidak saling berkompetisi, melainkan bersinergi," pungkas Heru.
Sumber : properti.kompas.com


   







    
Copyright © 2014 ayojualrumah.com   All rights reserved