ayo jual rumah

Menjual Rumah Perlu Tahu Proses Pembuatan Akta Jual Beli

15 Aug 2013    view : 2131

Ketika memutuskan untuk menjual rumah, seperti halnya bentuk properti lainnya, maka artinya pihak pemilik rumah tersebut sudah menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan demi kelancaran proses penjualan tersebut. Salah satu dari sekian kelengkapan tersebut adalah Akta Jual Beli. Maka bagi Anda yang sedang atau akan melangsungkan transaksi jual beli rumah, niscaya akan mendapat banyak informasi tambahan mengenai proses pembuatan Akta Jual Beli setelah mengikuti ulasan yang akan kami bagikan ini.

Tahap tahap dalam pembuatan Akta Jual Beli

Memang sudah seharusnya Anda sebagai pemilik atau penjual rumah untuk merasa was-was apabila mendapati rumah yang akan Anda jual secara fisik sudah siap, namun Anda belum mengantongi cukup pengetahuan mengenai komponen-komponen penting agar transaksi jual beli bisa berjalan lancar sampai tahap serah terima. Sebagai contoh, yaitu bila mendapati bahwa rumah yang akan Anda jual tersebut ternyata belum disertai bukti tertulis yang dijamin oleh pemerintah, karena besar kemungkinan kekurangan tersebut akan menimbulkan sengketa kepemilikan di kemudian hari. Bukti tersebut biasa disebut sebagai Akta Jual Beli (AJB) yang proses pembuatanya harus dilakukan di kantor Notaris atau PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah). Adapun dasar kewenangan Notaris atau PPAT, adalah Peraturan Pemerintah tentang Jabatan Notaris pada Pasal 1 Undang-Undang No.30 Tahun 2004 yang menyebutkan bahwa Notaris adalah pejabat yang berwenang untuk membuat akta otentik dan kewenangan lainya yang telah disebutkan dalam undang-undang ini.

Guna meminimalisir resiko penipuan dan menjamin legalitas transaksi jual beli rumah, ada baiknya Anda mengetahui proses pembuatan Akta Jual Beli yang telah kami rangkum secara sistematis-praktis berikut ini:

A. Dokumen Syarat Pembuatan Akta Jual Beli Properti

  • Sertifikat Tanah/bangunan asli
  • Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
  • Bukti pembayaran Surat Setoran Pajak (SSP)
  • Foto kopi KTP suami istri penjual (serta mempertlihatkan KTP asli)
  • Foto kopi Kartu Keluarga pihak penjual
  • Foto kopi KTP pembeli
  • Surat keterangan persetujuan menjual rumah dari pasangan suami istri
  • Jika pengurusan diwakilkan, harus menyertakan surat kuasa bermaterai

B. Proses Akta Jual Beli Rumah oleh Notaris atau PPAT

  1. Pemilik/penjual mendatangi kantor perpajakan untuk memperoleh rincian jumlah pajak yang harus dibayar berdasarkan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) sebagai tahap awal penerbitan Surat Setoran Pajak (SSP).
  2. Pihak penjual membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) melaui bank, kantor pos atau badan keuangan resmi lain yang sudah ditunjuk pemerintah sebagai instansi penerima pembayaran PBB.
  3. Kemudian, penjual membawa bukti SSP dan sertifikat tanah/rumah asli ke kantor notaris atau pejabat PPAT untuk meneliti objek yang akan diperjualbelikan, tujuannya yaitu untuk memeriksa keabsahan serta legalitas kepemilikan properti. Dan bila proses pembuatan AJB diwakilkan, berarti harus menyertakan surat kuasa bermaterai (atau yang disahkan oleh notaris).
  4. Tahap selanjutnya, penjual mendatangi Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk menyerahkan berkas:
    1. Sertifikat tanah yang asli, jika sertifikat tanah belum terdaftar, maka harus disertai surat pendaftaran tanah dari BPN
    2. Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) disertai gambar/denah bangunan sesuai kebijakan daerah
    3. Foto kopi KTP suami istri pihak penjual dengan memperlihatkan aslinya
    4. Foto kopi kartu keluarga pihak penjual
    5. Surat persetujuan pasangan suami atau istri pihak penjual
    6. Menyerahkan foto kopi KTP pihak pembeli

  5. Notaris menyusun Akta Jual Beli, masing-masing pihak penjual maupun pembeli menerima salinan AJB.

tips sukses dalam membuat akta jual beli

Dengan ini, maka dinyatak bahwa Akta Jual Beli rumah telah terbit dan sah secara hukum. Demikian garis besar sistematik pembuatan Akta Jual Beli properti oleh Notaris atau PPAT. Semoga bermanfaat bagi Anda yang ingin menjual atau membeli properti  dan terima kasih sudah membaca artikel di ayojualrumah.com.

Copyright © 2014 ayojualrumah.com   All rights reserved