ayo jual rumah

KPR Inside: Ada Berapa Jenis Bunga KPR?

19 Aug 2013    view : 1032

Salah  satu  strategi  umum  yang  dilancarkan  tiap  bank  dalam  menawarkan  produk  Kredit  Pemilikan Rumah  (KPR)  adalah  dengan  menonjolkan  suku  bunga  yang  rendah.  Bahkan  perang  suku  bunga antarbank demi mendapat klien atau calon pembeli yang ingin memiliki rumah idaman sudah menjadi dinamika sehari-hari pada data perkembangan KPR di tanah air. Padahal dibalik gejolak pasar KPR tadi, sebenarnya ada hal lain yang  penting untuk diperhatikan terutama bila Anda sudah berencana untuk mengambil KPR, yaitu metode perhitungan bunga yang diterapkan.

Jenis bunga bank berdasarkan perhitungannya

Dan sebelum kita membahas metode perhitungan bunga, harus diingat bahwa angsuran KPR yang kita setorkan tiap bulannya diperuntukkan 2 pelunasan, yaitu untuk angsuran utang pokok pada penjual dan pembayaran  bunga  kepada  bank.  Berangkat  dari  dasar  tersebut,  ayojualrumah.com  mengulas  tiga metode perhitungan bunga yang penting untuk Anda sebagai pengambil/debitur KPR.

Metode Flat

Pada metode ini, besaran suku bunga yang ditetapkan bank sebagai pihak kreditor dikalikan   jumlah   pokok   pinjaman   awal,   maka   jumlahnya   bisa   tetap   walaupun   kita   sudah mengangsurnya bertahun-tahun, kecuali ada ketentuan bank yang melibatkan masa berlaku bunga flat tersebut. Contohnya, Anda mengambil KPR dengan bunga 10% per tahun dengan utang pokok Rp 36 juta selama tiga tahun dengan catatan besaran bunga tak berubah selama masa kredit. Maka jumlah  bunga  yang  harus    Anda  bayar  ke  bank  dari  tahun  pertama  hingga  tahun  ketiga  tidak berubah, yaitu tetap sebesar Rp 3,6 juta (pertahunnya).

Metode Efektif

Perbedaannya dengan metode flat, dalam metode efektif ini bunga yang harus dibayarkan tiap bulannya sesuai dengan utang pokok pinjaman bulan sebelumnya, akan mengalami pengurangan karena kita telah mengangsurnya. Menggunakan skema pinjaman pokok sebelumnya (Rp 36 juta), dengan kesepakatan bahwa tiap bulan Anda akan membayar utang pokok sebesar Rp 1 juta. Berarti penghitungan bunga pada bulan pertama adalah Rp 36 juta x 10% x (30 hari/360 hari), sedangkan pada bulan kedua menjadi Rp 35 juta x 10% x (30 hari/360 hari), dan seterusnya.

Metode Anuitas

Metode ini merupakan hasil modifikasi dari metode efektif. Metode ini mengatur agar  total  jumlah  angsuran—pokok  pinjaman  ditambah  bunga—per  bulan  yang  harus  Anda bayarkan  besarannya  selalu  sama.  Penghitungan  untuk  menentukan  suku  bunga  sama  dengan metode efektif, tapi dengan bantuan sistem matematis, sehingga bank bisa menentukan angsuran pokok per bulannya agar  angsuran yang harus dibayarkan setiap bulannya selalu sama. Biasanya bank telah memiliki tabel yang bisa ditunjukkan sebagai contoh kepada Anda sebagai calon debitur agar bisa mempertimbangankan tiap spesifikasi KPR sesuai dengan kesiapan finansial.

Dan tentu saja pada akhirnya, semua kembali pada kebijakan Anda sendiri. Pilihlah bank yang kooperatif dan  bersedia  menjelaskan  secara  rinci  mengenai  metode  dan  sifat  suku  bunga  yang  ditawarkan. Demikian informasi kami tentang beberapa jenis bunga KPR. Semoga bermanfaat bagi Anda semua dan terima kasih sudah membaca artikel kami.


Copyright © 2014 ayojualrumah.com   All rights reserved