ayo jual rumah

Fungsi, Keuntungan dan Kekurangan Sertifikat HGB

6 Feb 2014    view : 6941

Sertifikat Hak Guna Bangunan atau biasa disingkat dengan (HGB) adalah sertifikat yang memberikan hak dan kewenangan pada seorang pemiliknya untuk memanfaatkan lahan tanah tanpa memiliki lahannya. Lalu siapa pemilik lahan tersebut? Lahan tersebut adalah milik negara sementara pemilik sertifikat HGB hanya bisa memanfaatkan lahan baik untuk mendirikan bangunan atau untuk keperluan lain.

Sertifikat Hak Guna Bangunan atau biasa disingkat dengan (HGB) adalah   sertifikat yang memberikan hak dan kewenangan pada seorang pemiliknya untuk   memanfaatkan lahan tanah tanpa memiliki lahannya.

Sertifikat HGB pun tidak selamanya dapat memberikan hak bagi pemegangnya karena sertifikat HGB mempunyai masa aktif. Setiap sertifikat Hak Guna Bangunan pasti mempunyai batas waktu tertentu misalnya 20 tahun. Jika batas waktu habis, maka surat HGB juga bisa diperpanjang ataupun dirubah menjadi SHM berdasarkan prosesnya di badan atau lembaga pertanahan.

a.  Keuntungan membeli properti bersertifikat HGB

1.Membutuhkan dana kecil

Pembelian properti berstatus HGB relatif membutuhkan dana yang lebih kecil daripada membeli properti dengan status SHM apalagi mengingat harga sepetak tanah yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

2.Peluang usaha terbuka

Ketika seseorang membeli properti berstatus HGB yang relatif tidak menghabiskan dana besar, maka sisa dana bisa dikumpulkan untuk menambah modal usaha setelah memiliki properti yang berstatus HGB tersebut

3. Bisa dimilik oleh WNA

Tidak bisa dipungkiri, Indonesia adalah salah satu lahan investasi yang sangat menjanjikan. Fakta ini menarik Warga Asing (WNA) untuk ikut investasi dan tinggal di Indonesia. Namun, warga Asing memiliki keterbatasan hukum ketika tinggal disini, maka solusi mereka yang paling aman adalah membeli rumah atau apartemen bersertifikat HGB.

b. Kekurangan membeli properti bersertifikat HGB

1. Jangka waktu

Sertifikat HGB bukanlah hak milik atas sebuah lahan melainkan hak untuk memanfaatkan bangunan yang berdiri di suatu lahan milik negara. Dengan status tanah milik negara maka diperlukan perpanjangan atas hak penggunaan lahan apabila jangka waktu habis dan perpanjangan hanya bisa dilakukan sebanyak 2 kali perpanjangan.

2. Keterbatasan hak

Adanya jangka waktu penggunaan sertifikat HGB tersebut membuat pemilik properti tidak bisa bebas melakukan perubahan-perubahan terhadap bangunan yang berdiri. Hal ini biasanya terjadi untuk pembelian rumah yang dikelola oleh developer atau pihak-pihak tertentu.

Copyright © 2014 ayojualrumah.com   All rights reserved