ayo jual rumah

KPR dan Klasifikasi Menurut Jenis Bangunannya

31 Jul 2013    view : 1728

Pertumbuhan bisnis properti dewasa ini secara otomatis telah ikut melambungkan harga jual pada banyak sektor komoditasnya, salah satu yang terlihat semakin tinggi dan menggelembung adalah harga jual rumah. Bagaimanapun juga, kebutuhan akan papan bukanlah semakin berkurang seiring bertambahnya jumlah penduduk, bahkan kebutuhan pasar yang selalu menjanjikan itulah yang kemudian disambut dan dipelihara oleh segenap pemilik bisnis properti baik lokal maupun investor asing. Maka tidaklah mengherankan bila properti masih—dan sepertinya akan selalu—menjadi bintangnya investasi.

Namun tentu saja, tidak semua yang menginginkan rumah atau membutuhkan rumah juga memiliki daya beli yang sepadan dengan kebutuhannya. Dari kebuntuan itulah muncul salah satu solusi sebagai jembatan antara konsumen dengan penyedia kebutuhan properti yang disebut dengan KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Sistem KPR melibatkan 3 pihak utama: konsumen, pengembang, dan bank (atau bisa juga perusahaanpembiayaan/leasing). Sehingga dalam pengertiannya, Kredit Kepemilikan Rumah adalah salah satu bentuk pembiayaan yang diberikan kepada pembeli rumah dengan skema pembiayaan sesuai dengan kesepakatan dan pilihan program yang tersedia. Di Indonesia, hingga saat ini KPR masih disediakan oleh perbankan, meskipun sudah ada juga beberapa perusahaan pembiayaan (leasing) yang menyalurkan pembiayaan dari lembaga sekunder pembiayaan perumahan.

Dengan menggunakan fasilitas KPR, konsumen bisa membeli  bermacam-macam jenis properti sesuai dengan kebutuhan. Pada sisi lain, pengetahuan dalam hal KPR akan memudahkan calon pembeli dalam  menentukan dan memproyeksikan kebutuhan properti, baik untuk hunia  ataupun bisnis. Berikut ini akan dikenalkan secara singkat jenis-jenis KPR berdasarkan penggunaannya.

jenis KPR yang paling dikenal rumah permukiman

Jenis KPR yang paling dikenal adalah untuk pembelian bangunan rumah permukiman (Residential). Untuk pembelian rumah primer (baru), pembeli umumnya membeli dari pihak pengembang perumahan atau istilah lainnya developer. Sedangkan untuk pembelian rumah sekunder (bekas), biasanya transaksi melibatkan pembeli dengan pemilik rumah (baik secara langsung ataupun dengan perantara / agen properti).                                             

jenis KPR hunian modern adalah apartemen

Jenis hunian selanjutnya yang bisa dibeli menggunakan fasilitas KPR adalah apartemen. Berbeda dengan rumah, dalam pembelian apartemen ini juga disertakan Strata Title atau Hak Milik unit apatemen. Seperti halnya rumah, untuk apartemen primer bisa dibeli langsung dari developer sedangkan untuk apartemen sekunder dibeli dari pemilik unit apartemen tersebut.

jenis KPR hunian ruko(rumah toko)atau rukan(rumah kantor)

Jenis ketiga dalam daftar properti yang bisa dibeli melalui fasilitas KPR adalah Ruko (rumah-toko) maupun Rukan (rumah-kantor), merupakan pilihan tersendiri bagi peminat hunian yang mempunyai fungsi komersial tambahan. Seperti halnya pembelian rumah, untuk ruko/rukan baru biasanya dibeli dari pengembang, sedang ruko/rukan sekunder dibeli dari pemilik unit.

jenis KPR hunian office space atau ruang kantor

Dan yang terakhir dalam jenis KPR adalah Office Space (Ruang Kantor), yang pada umumnya unitnya adalah per-lantai dalam satu bangunan gedung yang dihuni oleh pemilik office space yang berbeda-beda. Untuk pembelian unitnya serupa dengan apartemen, yaitu beserta Strata Title atau Hak Milik atas unit tersebut. Office Space primer bisa didapat langsung dari pihak developer, sedangkan space sekunder umumnya dibeli dari pemilik office space tersebut.





                                   

Copyright © 2014 ayojualrumah.com   All rights reserved